Meskipun aplikasi dompetnya mirip misalnya antara dompet bitcoin dan dompet OVO misalnya bisa transfer saldo pakai QR code, tampilannya juga ada kemiripan, tapi ada perbedaan mendasar dari keduanya, yaitu:
- Dompet OVO menggunakan
mata uang fiat Rupiah (IDR).
- Dompet Bitcoin menggunakan
mata uang kripto Bitcoin (BTC).
Intinya "saldo"-nya berasal dari dua mata uang yang berbeda.
Langsung saja ke pertanyaan saya kepada teman-teman disini, menurut kalian apakah bitcoin dan teman-temannya (altcoin) dapat booming seperti ovo dan dana?
Tidak ada yang tahu akan masa depan Bitcoin
Sejarah dipenuhi dengan mata uang yang gagal dan tidak lagi digunakan, seperti Mark Jerman selama pemerintahan Republik Weimar, dan yang terbaru adalah dolar Zimbabwe. Meskipun kegagalan mata uang pada umumnya terjadi karena jenis hiperinflasi yang tidak mungkin terjadi pada Bitcoin, selalu ada potensi terjadinya kegagalan teknis, persaingan mata uang, isu politik dan sebagainya. Sebagai aturan dasar yang utama, tidak ada mata uang yang bisa dianggap sangat aman dari kegagalan dan masa sulit. Bitcoin telah terbukti bisa diandalkan selama bertahun-tahun sejak pencanangannya dan berpotensi besar untuk terus tumbuh. Bagaimanapun juga, tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi bahwa masa depan akan memihak Bitcoin.
Sumber:
https://bitcoin.org/id/faq#bisakah-bitcoin-menjadi-tidak-berhargaUntuk mengetahui lebih lanjut tentang Bitcoin, penjelasan lengkapnya ada di
https://bitcoin.org/id/faqmengingat sekarang ini sudah banyak yang menggunakan ovo dan dana, namun masih banyak yang belum tau tentang bitcoin. Kenapa bisa begitu ya?
Ya karena kedua aplikasi tersebut menggunakan mata uang fiat Rupiah (IDR) yang resmi digunakan di Indonesia sebagai alat pembayaran, dll., sedangkan Bitcoin masih belum menjadi alat pembayaran yang sah. Selain itu, menjelaskan tentang mata uang kripto kepada khalayak ramai adalah sesuatu yang sulit.