Plan untuk menggunakan dana pinjaman harus dipersiapkan dengan matang, karena bisa saja apa yang diharapkan ternyata hasilnya malah diluar ekspetasi. Kalo semuanya bisa berjalan mulus dan sukses menghasilkan profit, maka pilihan untuk segera melunasi hutang adalah opsi yang paling baik. Tetapi jika pada prosesnya, ternyata jumlah dari dana pinjaman tersebut malah berkurang (atau malah ludes) karena loss maupun scam, maka yang ada malah akan menjadi suatu masalah baru.
Memang tidak direkomendasikan melakukan trading menggunakan uang pinjaman. Meski tidak ada larangan dalam trading menggunakan uang pinjaman dari pihak bank, teman, kerabat atau pihak lain. Melakukan trading menggunakan uang pinjaman penuh dengan resiko, karena berbagai kemungkinan bisa saja terjadi, termasuk penurunan harga yang tajam dapat dialami oleh pasar cryptocurrency.
Di sisi yang lain, uang pinjaman yang didapat dari bank memiliki konsekuensi atau terbebani seperti bunga dan Adm. Dalam bahasa yang lebih sederhana, potensi keuntungan dari trading tidak dapat memberi kepastian, sedangkan pembayaran bunga bank merupakan kepastian yang tidak dapat di elakan.
karena alasan tersebut sebaiknya trading dilakukan dengan menggunakan uang dingin atau uang yang memang disiapkan khusus untuk trading. Bukan uang di dapat dari pinjaman atau uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagainya. Trading tidak hanya menawarkan keuntungan saja, namun juga memiliki resiko yang besar. Profit dan resiko adalah dua sisi dari satu kantong yang sama.