Bisa kasih titik lokasi koordinatnya gan kali aja tuh penjualnya sudah menandai lokasi warungnya di google maps, hehe bercanda gan ;D
bahwa tak bisa dipungkiri adopsi penggunaan digital berbasis mobile sudah mengalami peningkatan yang signifikan hingga semua kalangan usia, makanya pertumbuhan transaksi uang elektronik selama 2 tahun terakhir semakin tinggi, salah satunya termasuk pasar tradisional sudah menerima pembayaran alternatif via ovo, gopay dan lain-lainnya, arah perubahan yang semakin modernisasi membuka peluang besar bagi kripto kedepannya karena perilaku pasar sudah terbiasa dengan transaksi uang elektronik.
Saya bahkan pernah makan mie dan pecel di warung biasa pinggir jalan bayarnya via dompet elektronik (semisal OVO); Namun balik lagi, pembayaran tersebut sejatinya adalah berbasis uang Rupiah.
Mengenai apakah peluang bagi Cryptocurrency bisa digunakan di masyarakat karena sudah mulai terbiasanya sebagian pelaku pasar menggunakan transaksi berbasis uang elektoronik tersebut menurut saya sih tidak semudah itu juga selama memang
basic penggunaan dari Cryptocurrency itu sendiri di Indonesia bukan merupakan alat pembayaran yang sah.
btw, mengenai Thailand dari yang saya baca pada link sumber di OP, setelah CBDC-nya terbit (yang rencananya pada tahun ini akan diujicoba), pada akhirnya Bitcoin/cryptocurrency lainnya akan "disingkirkan" perlahan dengan TAT-nya Thailand, meskipun saat ini mereka ingin menjadikannya percobaan sebagai alat pembayaran.
Mengingat saat ini pertumbuhan pasar kripto di Thailand tengah mengalami kemajuan pesat, hal inilah yang kemudian membuat pemerintah Thailand ingin mencoba penggunaan mata uang digital sebagai alat pembayaran.
Namun nantinya uang digital yang akan digunakan Thailand bukanlah Bitcoin ataupun Ethereum, melainkan pihaknya akan meluncurkan sebuah token utilitas yang diberi nama koin TAT.