Post
Topic
Board Bahasa Indonesia (Indonesian)
Re: [Anget] Ramai Perbincangan "Tail Emission" Bitcoin
by
Husna QA
on 14/07/2022, 10:55:06 UTC
Dari yang saya pelajari, Bitcoin memberikan 2 jenis insentif untuk miner, yakni melalui block reward dan fee transaksi. Ketika Bitcoin habis di mining, praktis block reward tidak ada dan hanya menyisakan insentif dari fee transaksi.

Ketika tidak ada lagi proses mining Bitcoin apakah ini kemungkinan akan berpengaruh juga pada biaya untuk memproses transaksi Bitcoin? Jika kemungkinannya sama saja dengan ketika bitcoin sudah selesai semua di mining tentu ini memberatkan miner yang hanya mendapatkan fee dari transaksi saja hingga perlu tambahan seperti ide block reward yang tetap ini (tail emission).

Satu-satunya cara untuk menerapkan Tail Emission di bitcoin adalah memberikan keyakinan pada komunitas bahwa Tail Emission adalah ide yang bagus, karena memiliki beberapa kelebihan seperti suplai bitcoin yang tetap karena tambahan suplai akan sebanding dengan koin-koin yang hilang karena kecelakaan dll pada setiap periode.
Bukankah jika demikian sama saja dengan menjadikan jumlah Bitcoin menjadi tidak terbatas, karena setiap ada Bitcoin yang dianggap hilang akan terganti dengan supplai baru?

Pertanyaannya, gimana caranya supaya semua komunitas yakin kalau Tail Emission ini solusi yang bagus?
Ane juga ga bilang setuju, belum tentu ini solusi bagus pada dekade atau milenium ini, cuma diskusi aja  ;D
Dan lagi perkiraan bitcoin habis dimining masih lebih dari 100 tahun lagi (2140) yang mana tentunya selama itu block reward masih berlaku meski berangsur berkurang setiap ada halving.