Rata-rata dari kita pasti memiliki pemikiran yang sama untuk coin/token lokal, yang mana bidikan segmennya hanya terbatas pada lingkup yang sempit (local exchange). Entah karena para dev token tersebut sudah merasa puas dengan pencapaian itu atau memang tidak memiliki cukup dana yang bisa dialokasikan buat masuk ke market Global, yang jelas hal tersebut bisa menyebabkan rasa pesimistis buat para calon investor (enggan untuk melakukan investasi karena hasilnya seperti yang sudah-sudah

).
Kalau sekelas ASIX dengan background Anang, seharusnya sih menggelontorkan dana untuk pemasaran bisa dengan memilih Asia Tenggara terlebih dahulu.
Mungkin jika pemasaran dari ASIX di salah satu negara ASEAN sukses, pengembang bisa memfokuskan pada pengembangan game yang katanya akan rilis tersebut, selanjutnya bisa mencari lisensi termasuk usaha untuk semakin meyakinkan Bappebti maupun OJK kalau ASIX ini layak menjadi salah instrumen investasi dalam negeri.