Ini yang juga saya pikirkan, jika misalkan melakukan hardfork maka transaksi turun, sedangkan ini merupakan hal yang ditunggu oleh miner untuk mendapatkan reward lebih banyak. Karena, bagaimana pun dalam kondisi transaksi normal seperti saat ini, reward fee terbilang kecil paling hanya berkisar 1 BTC atau kurang. Sedangkan kemarin reward fee melebihi subsidi, ini tentu adalah yang paling diharapkan miner.
Banyaknya dust transation namun fee transaksi jadi cenderung naik jadi daya tarik tersendiri.
Dalam lima block terakhir saya lihat di
https://mempool.space, untuk total fee pada tiap block (diluar subsidy) itu berkisar 0,2-0,4 BTC (tertingginya itu sekitar tanggal 8 Mei 2023 yang lalu jika dilihat di
https://blockchair.com/bitcoin/charts/fee-to-coinbase-reward-ratio), sementara subsidy nya masih dikisaran 6 btc.
mungkin yang bisa membantu adalah penambahan batas transaksi per detik, dengan demikian mungkin dapat memengaruhi jumlah antrian. Tapi, ini terlalu teknis, saya tidak paham apakah ini memungkinkan atau tidak. Seandainya jika ini memungkinkan, maka transaksi lebih cepat dan efisien.
Dengan kata lain menambah limit block size; Dilemanya, itu bisa saja menurunkan dari sisi keamanan dalam ekosistem Bitcoin itu sendiri mengingat tentunya perlu daya komputasi yang lebih tinggi lagi untuk memining satu block.
btw, pada 2019 luke-jr malah mengusulkan kebalikannya, yakni mengusulkan penurunan ukuran limit block (
https://github.com/bitcoin/bitcoin/compare/v0.17.1...luke-jr:example_300k-0.17); Namun kalau ini diterapkan, bisa-bisa antrian transaksi bisa tambah panjang lagi.