Jika demikian, artinya wallet yang masih dipegang si pemberi warisan tidak akan terakses oleh ahli waris, dan karena untuk masing-masing ahli waris sudah memegang private key walletnya sendiri secara terpisah.
Pernyataan ini berkorelasi dengan pernyataan saya setelahnya Om @Husna QA , heheh:
Terdengar ribet, bukan? Ya begitulah yang terjadi jika kita bertindak dengan memikirkan banyak kemungkinan-kemungkinan. Dan memperlihatkan bahwa kita tidak benar-benar percaya dengan orang yang kita percaya itu.
Intinya balik lagi kepada tingkat kepercayaan kita dengan orang terdekat kita. Kalau memang kita percaya mereka, ya sudah tinggal berikan saja akses ke walletnya kita. Kalaupun terjadi hal tidak terduga ya berarti itu sudah resikonya kita. Ya kita berdoa saja sih agar terhindar dari hal buruk. Nah kalau kita merasa tidak bisa mempercayai sepenuhnya sekalipun orang terdekat kita, ya berarti mau tidak mau kita harus membuat banyak wallet dan segala macamnya itu. Artinya kita harus siap dengan kemungkinan terjadi musibah mendadak, ya resikonya wallet kita tidak akan terakses dan akan terkubur bersama kita.
Jadi balik lagi, memilih mempercayai sepenuhnya ahli waris kita, atau tidak dengan alasan kekhawatiran kita akan konflik dan perebutan warisan. Keduanya tentu punya alasannya masing-masing.
Note: Saya kelompok pertama heheh,