Pertanyaan agak unik nih dari OP. Seandainya satoshi masih terlibat aktif, mungkin memang bisa timbul asumsi bahwa dia punya pengaruh lebih besar atas Bitcoin. Tapi, kalau melihat prinsip dasar desentralisasi dalam Bitcoin, toh pengembang lain juga punya peran dan suara yang sama besar. Trus, soal intervensi atau dijegal peredaran Bitcoin di negara tertentu, ini lebih kepada regulasi yang dibuat oleh pemerintah atau otoritas di negara tersebut, bukan tentang satoshi. Karna ada juga beberapa negara yang menjadikan Bitcoint sebagai alat transaksi. Apapun kondisi satoshi, baik dia ada atau tidak, penjegal atau intervensi bisa aja terjadi jika suatu negara punya kebijakan tertentu soal Bitcoin.
Tidak bisa dipungkiri jika Satoshi masih aktif, setidaknya dia akan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam hal pengembangan jaringan maupun pemeliharaan sistem. Namun itu bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan karena mau bagaimanapun untuk setiap perubahan di jaringan Bitcoin, selalu mengedepankan sebuah konsensus, yang berarti untuk setiap proposal perubahan masih bisa saja ditolak jika memang tidak mencapai mufakat.
Kalo menurutku, yang paling dikhawatirkan oleh banyak orang jika Satoshi masih aktif adalah kepemilikannya atas Bitcoin yang jumlahnya tidak sedikit. Karena dengan asumsi kepemilikan BTC dengan jumlah sekitar 1.1 Juta BTC maka jika terjadi likuidasi hal tersebut akan menyebabkan munculnya spekulasi dan bahkan kepanikan didalam market.