politisi atau pun pemimpin nya berlaku pragmatis.
rakyat yang milih pun berperilaku hal yang sama mau nyoblos orang jika di bayar atau demi uang atau demi kesejehteraan pribadi yang cuma sesaat
Kalau tidak menerima uang juga akan sama, tidak akan berpengaruh apapun jadi wajar saja jika rakyat saat ini memilih uang saja, toh siapapun yang terpilih nantinya sebagai wakil rakyat tidak akan mengubah apapun.
Hal ini sudah terjadi dari sejak dulu dan memang di daerah saya sudah bisa dikatakan kalau tidak memberi uang maka tidak akan ada yang pilih (kecuali keluarganya) dan bahkan Caleg Caleg di daerah saya hampr semuanya bekerja dengan membagi bagikan uang dan paket paket sembako sehingga rakyat pun akan berlaku adil (sebagian) untuk memilih paa Caleg yang telah memberi mereka uang.
Untuk saat ini saya melihat banyak Caleg Caleg telah membuat pertemuan pertemuan dengan masyarekat untuk membagi bagikan amplop karena tingga 8 hari lagi Pemilu akan berlangsung dan saya termasuk salah satunya

Rakyat tidak bisa disalahkan sepenuhnya, saya beranggapan demikian karena mereka sangat membutuhkan uang, dan Pemerintah tidak bisa menjamin kesejahteraan rakyat dengan semestinya. Jika memang ingin menghilangkan praktik money politic, dalam anggapan saya yang sederhana seharusnya bukan rakyatnya yang di atur untuk di tidak menerima uang, sebab jumlah rakyat Indonesia berjumlah sangat banyak. Akan tetapi Para politisilah yang seharusnya di tindak, supaya tidak lagi melakukan praktik kotor di setiap Pemilu, sebab jumlah mereka sedikit, jadi lebih mudah di kontrol. Situasi perekonomian yang morat marit menjadi tanggung jawab Pemerintah dan para Wakil Rakyat untuk menyelesaikannya, namun mereka terkesan membiarkannya supaya bisa mengambil keuntungan ketika menjelang Pemilu seperti saat ini.
Penyelenggara Pemilu seperti KIP dan Banwaslu memiliki wewenang untuk menindak kecurangan pemilu dalam bentuk apapun, merekalah yang sepatutnya menyadarkan para politis itu untuk tidak melakukan tindakan money politic sebab melanggar aturan. Namun sepanjang sejarah Pemilu yang sudah kita lewati, money politic menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cara memperoleh kekuasaan di Negeri Indonesia.