Menurut saya, kalau pekerja asing yang masuk memiliki kompetensi dan keahlian yang lebih baik dari orang indonesia mungkin tidak ada masalah malah itu justru bagus, karena kehadiran pekerja asing itu selain membantu juga bisa jadi tempat belajar bagi masyarakat kita untuk mempelajari ilmu yang mereka miliki. Yang bermasalah kalau pekerja asing itu kompetensi rendah dan keahlian mereka justru di bawah orang-orang kita yang pada hakikatnya bisa mengerjakan dan banyak yang memerlukan pekerjaan itu seperti buruh, tukang, dan lain sebagainya. Jadi kelau pekerja asing semacam itu, bisa meningkatkatkan pengangguran bagi masyarakat kita.
Jika memang pekerja asing yang masuk tersebut dapat mengajarkan keahlian yang mereka telah miliki pada masyarakat kita maka hal ini akan sangat membantu warga kita untuk bisa mengerjakan pekerjaan yang sebelumnya tidak dapat dilakukan oleh orang lain dan kita dapat melakukan pekerjaan tersebut dan jika mereka tidak ingin mengajarkan pekerjaan tersebut pada masyarakat kita maka kita harus terus menggunakan mereka untuk dapat mengerjakan pekerjaan tersebut dan masyarakat kita harus tetap menganggur dan tetap saja akan kesulitan dalam mencari pekerjaan.
Ketika yang didatangkan pekerja asing yang tidak memiliki keahlian sama saja hal tersebut dengan mematikan rakyat kita sendiri karena masih banyak masyarakat yang ada di negara kita masih saja kesulitan dalam mencari pekerjaan.
Benar gan. Jika pekerja asing mau mengajarkan keahlian mereka kepada masyarakat lokal kita, hal itu dapat membantu meningkatkan kemampuan kerja dan kesempatan berkarir bagi warga setempat. Namun, jika pekerja asing enggan untuk melakukannya, maka masyarakat lokal mungkin akan terus bergantung pada pekerja asing untuk pekerjaan tertentu, yang pada akhirnya dapat meningkatkan tingkat pengangguran di antara masyarakat lokal. Oleh karena itu, kita mengaharapkan supaya para pekerja asing mau untuk berbagi keahlian atau ilmu mereka kepada masyarakat setempat, dengan demikian bisa tercipta pertukaran pengetahuan yang saling menguntungkan satu sama lain.
sayangnya banyak tenaga kasar yang masuk ke indonesia khususnya dari china.
sedangkan yang skill biasanya di level management nya contohnya misal tenaga asing asal AS yang di freeport, atau tenaga asing korea yang di samsung mereka ada di posisi management nya bukan tenaga skill lapangan atau turun di pabrik dan industri nya tapi di level managerial nya