Sesuatu yang direncanakan dibelakang layar hanya orang-orang yang terlibat didalamnya yang tahu apa yang sedang direncakan, Publik hanya bisa berasumsi dan menonton apa yang mereka lakukan. Mengenai peran besar Jokowi bagi kemenangan Prabowo-Gibran memang tidak bisa disangkal, semuanya sudah direncakan sebelumnya mulai dari diloloskan Gibran dalam sesi pendaftaran sebagai cawapres meski usianya masih belum mencapai batas yang ditentukan dalam undang-undang.
Ayah dan anak memiliki ikatan emosional yang masih sangat kental, siapapun akan melakukan apapun untuk memenangkan anaknya dalam pertarungan pilpres, terlebih lagi seorang ayah memiliki kuasa untuk mengarahkan orang lain untuk mendukung anaknya baik dengan cara terbuka maupun dengan cara tertutup.
Ane juga sangat meragukan jika dibilang Jokowi itu netral dan tidak memihak. Jokowi sendiri pernah bilang bahwa Presiden tidak boleh memihak, tapi kalau "sedang" bukan presiden maka boleh memihak. Ane rasa ini adalah salah satu celah yang dimanfaatkan jokowi untuk bisa mendukung anaknya dengan cara apapun. Ane yakin jokowi pasti menginstruksikan seluruh pihak dibawah kekuasaannya untuk memenangkan Gibran, baik itu secara langsung atau tidak langsung. Salah satu yang paling keliatan itu ya Bobby yang ngedukung 02 padahal waktu itu beliau adalah walikota medan. Sedangkan anak-anak buahnya selaku ASN diharuskan bersikap netral dan tidak memihak kayak yang terpampang di poster yang pernah ane liat. Ane ga tahu apakah celah yang dimanfaatkan itu bahwa ASN itu adalah abdi negara dan Walikota itu bukan jabatan permanen jadi tidak dianggap sebagai abdi negara.
Secara Teoritis tentunya Jokowi akan melakukan pewarisan tahta kepresidenan dan keberpihakan dirinya kepada bakal capres sebelumnya, saya melihat bahwa Jokowi ketika di isukan cawe-cawe politik dia sedang menjalankan strateginya dan siapa yang layak menjadi penggantinya untuk meneruskan dan menyelesaikan rancangan pembangunan yang telah di rencanakan, melihat respon pada Ganjar yang malah menjelekan Jokowi dan merasa dirinya jauh lebih baik daripada jokowi, itulah yang menjadikan PDIP kacau dan sejujurnya kita lebih tahu bahwa orang yang menyukai Jokowi itu sangat banyak dan Ganjjar tidak intropeksi diri.
Peranan jokowi itu sangat besar pak, ane sendiri tidak mergukan kemampuan politiknya, dan ane pikir segala keputusan yang ada pada MK di awal pendaftaran adalah merupakan strateginya juga, mengingat Anies dan PDIP juga mendatangi gibran pada waktu itu, sejujurnya Gibran tuh opsional yang harus di terapkan pada Anies, Ganjar atau Prabowo, dan faktnya yang memiliki pola pikr dan pandangan yang sama adalah pak prabowo yang menjadikan Gibran pastinya di suruh untuk bersama Prabowo.
masalah permainan di belakang dan hal lain semcamnya itu sudah bisa dan ane melihat yang lain juga sama faktanya, tanpa transaksi mereka tidak bisa banyak mendapatkan peluang untuk bersaing.
Tidak ada masalah mengenai sikap pelanggaran hukum yang di lakukan Jokowi pada keberpihkannya dan masalah ASN atau lainnya itu tidak bisa dengan mudah menyebutkan karena pembuktian paktanya di tolak dan tidak kongkrit.