Miskin moral dan seperti orang yang tidak pernah melihat duit, begitulah pandangan saya pada orang-orang yang menerima suap dari para koruptor. Agak sedikit aneh sih pola pikir orang Indonesia khususnya mereka yang menjabat di posisi tertentu, sumpah jabatan dianggap seperti formalitas saja tanpa ada rasa takut sedikit pun pada Tuhannya.
Jika ditanyakan pada para koruptor dan pihak yang menerima suap dari koruptor untuk meringankan hukumannya apakah kalian takut masuk neraka, semuanya akan memberi jawaban yang sama, mereka pasti takut masuk neraka, tapi anehnya mereka tidak takut pada Tuhannya, buktinya segala yang dilarang dalam agama seperti mencuri (korupsi bahasa kerennya) masih berani mereka lakukan. Butuh terobosan terbaru untuk menghilangkan korupsi di Indonesia seperti disahkan UU hukuman mati, dimiskinkan, dipotong tangan dan dicabut hak politik dan dipecat secara tidak hormat dari jabatannya jika pelakunya ASN.
Yah, begitulah yang terjadi Om. Sumpah jabatan itu hanya di awal mereka diangkat tapi ketika mereka sudah mulai masuk ke dalam lingkaran pekerjaannya, sumpah itu tidak akan pernah diingat karena ada bau uang yang sangat harum yang menggoda mereka. Mereka ini demi ingin mendapatkan kekayaan yang lebih banyak, tidak memperdulikan bahwa apa yang mereka lakukan sudah di bawah sumpah dan seharusnya mereka tidak boleh melakukan korupsi itu. Dan ketika mereka sudah bertemu dengan "rekan-rekan sekelompoknya" yang juga melakukan korupsi, mereka akan semakin jauh dari sumpah jabatan itu.
Mereka tidak akan ingat neraka karena mereka mengejar hal-hal yang bersifat keduniawian. Mereka tidak akan takut dengan apapun bahkan jika mereka sampai tertangkap, mereka masih bisa tetap mengontrol apa yang mereka lakukan. Ya, butuh terobosan terbaru untuk bisa menghilangkan korupsi tapi itu sulit karena mereka-mereka yang masih melakukannya, memiliki jaringan yang sangat kuat dan sulit untuk diputus. Diperlukan keberanian dari aparat-aparat yang masih jujur untuk bisa membantu mengurangi dan bahkan menghilangkan korupsi.
bukan miskin moral lagi tapi sudah hilang moralnya, seberapa pun orang itu kaya dan banyak duit, kalo moral nya sudah hilang dan ada jalan untuk melancarkan rencana korupsi dan atau suap menyuap dan di dukung orang orang yang berkepentingan dia akan tutup mata dan akan melancarkan aksinya, hukuman urusan belakangan , karena koruptor di negara kita di manjakan dengan hukum.
bagi mereka (koruptor) agama di jadikan mainan. lihat lah di persidangan banyak para tersangka memakai atribut keagamaan biar kelihatan alim hanya untuk formalitas, bagi saya itu menjijikan.
UU hukuman mati untuk koruptor bukan tidak bisa di sahkan, tapi sulit tidak ada pejabat atau petinggi negeri ini yang bisa mengesahkan UU hukuman mati, karena semuanya punya kepentingan masing-masing. hanya sedikit pejabat yang jujur, kebanyakan pejabat di negeri ini adalah (OKNUM)