Post
Topic
Board Ekonomi, Politik, dan Budaya
Re: Paylater dan Pinjol, mempermudah atau Menjebak?
by
Furious 7
on 01/07/2024, 18:04:08 UTC

Ini bisa menjadi masalah dan memang uang seperti ini terkadang tidak jelas urutannya kemana, masih mending jika itu digunakan sebagai modal atau apapun itu yang menguntungkan untuk masa depan tetapi rata-rata yang terjadi di daerah saya meminjam baik itu pinjol atau pinjaman bank hampir keseluruhan dipergunakan untuk gaya hidup baik itu untuk kebutuhan pribadi atau hanya ingin membuat kita dipandang karena memang gengsi yang tinggi.
Apalagi hal ini terjadi untuk warga-warga yang memang sedikit jauh dari perkotaan Cheesy
Saat ini saya tinggal di sebuah daerah yang memang akses jalannya saja masih belum bisa dilalui oleh mobil karena infrastruktur yang tidak memadai sehingga akses ke kampung yang saya tinggali saat ini masih bagus sebenarnya dari segi jalan karena sudah beraspal tetapi itu hanya bisa untuk motor saja. Tapi untuk masalah gaya hidup di kampung saya jelas ini cukup seru dimana jika ada seseorang yang hidupnya melebihi tetangga yang lain maka sebisa mungkin tetangganya mengikuti dengan gaya hidup yang sama. Contohnya seperti ketika ada seseorang warga yang merenovasi rumah atau membeli kendaraan maka tetangga yang lain pasti akan berusaha mengikuti itu bagaimanapun caranya agar tetap dipandang sama dan tidak dibawah yang lain dan kondisi ini terkadang mereka tidak tanggung-tanggung untuk meminjam kepada pinjol atau ke beberapa bank Cheesy Hal ini benar terjadi memang karena pada akhirnya gengsi yang tinggi bisa membuat seseorang kalap dan justru meminjam padahal hal seperti ini tidak perlu dilakukan tetapi karena memang ada sebuah kondisi dimana gengsi lebih besar maka mereka akan terus berupaya untuk memperlihatkan gaya hidup seperti sebuah persaingan untuk memperlihatkan siapa yang mampu (kaya) dengan hidup hedon yang mereka miliki.
Iri dengki semakin banyak ya mas ketika berada di lingkungan seperti ini wkwkwk.
Tetapi memang itu juga tidak bisa dihindari karena standar yang akan dianggap kaya adalah mereka yang akan dipandang untuk kalangan orang sehingga pasti akan banyak orang yang beramai-ramai untuk berusaha seolah-olah seperti bersaing untuk mendapatakn gelar orang yang memang kaya diwilayahnya tanpa peduli apakah mereka harus berhutang atau meminjam baik itu secara legal untuk beberapa pinjaman melalui bank atau pinjol yang diawasi OJK atau yang ilegal pada akhirnya.

Karena pemikiran mereka sebenarnya hanya satu, mereka menginginkan sebuah pengakuan bahwa mereka mampu dan bersaing untuk membuat kondisi mereka dengan beberapa orang lain dalam masalah kekayaan itu sebagai tolok ukur untuk mereka tidak peduli caranya benar atau salah.
Meskipun secara rasional memang cara seperti ini jelas adalah sebuah kesalahan tetapi pada akhirnya mereka juga tidak akan terlalu peduli dengan hal itu karena gengsi mereka jauh lebih tinggi dari rasionalitas karena terkadang persaingan seperti ini membutuhkan harga diri sehingga mereka akan terus bergerak meskipun salah yang justru membuat mereka kelimpungan sendiri pada akhirnya.