Segudang harapan rakyat Indonesia kini berada pada kepemimpinan Prabowo apalagi dalam sambutan perdananya Prabowo dengan tegas mengatakan bahwa kerja utama harus untuk rakyat bukan untuk kepentingan kelompok.
Nama-nama menteri yang dipercaya sudah terisi mulai dari kalangan perempuan atau laki-laki dengan keahlian yang berbeda. Mereka adalah pembantu.
Dalam perjalanan menuju 100 hari, kita akan menantikan apakah persentase statistik dari banyak sektor akan berubah atau dalam tahun pertama memimpin negara yang kaya dengan keberagaman.
Ya kita perlu menunggu bahwa untuk menciptakan rakyat makmur sudah menjadi cita cita setiap pemimpin. Sudah silih berganti 5 tahun ke 5 tahun dan begitu seterusnya tapi tidak mudah untuk mengelola kesejahteraan rakyat Indonesia. 100 hari kerja adalah bukti awal yang harus ditepati atau setidaknya ada kerja nyata dari seluruh program yang pernah diucapkan dalam kampanyenya.
Yang jelas untuk saat ini kita tidak boleh bergantung dan menunggu program pemerintah menghampiri ke tiap tiap rumah. Faktanya tanpa bekerja keras kita tidak akan bisa bertahan di tengah era gempuran keonomi yang tidak stabil serta inflasi. Entah bagaimana ke depannya nasib Indonesia tapi semoga saja makin maju dan rakyatnya makin makmur.
Poinnya tetap jangan sampai bergantung dan menunggu program pemerintah. Kita harus terus mengasah skill sesuai dengan perkembangan era modern.