
Pergantian kepemimpinan Indonesia sudah terjadi dari Presiden sebelumnya Joko Widodo ke Prabowo Subianto sejak Prabowo Subianto menguncapkan sumpah janji di depan anggota dan pimpinan MPR.
Segudang harapan rakyat Indonesia kini berada pada kepemimpinan Prabowo apalagi dalam sambutan perdananya Prabowo dengan tegas mengatakan bahwa kerja utama harus untuk rakyat bukan untuk kepentingan kelompok.
Nama-nama menteri yang dipercaya sudah terisi mulai dari kalangan perempuan atau laki-laki dengan keahlian yang berbeda. Mereka adalah pembantu.
Dalam perjalanan menuju 100 hari, kita akan menantikan apakah persentase statistik dari banyak sektor akan berubah atau dalam tahun pertama memimpin negara yang kaya dengan keberagaman.
Sumber foto: google
Sepertinya tidak banyak yang bisa di harapkan pada Presiden Prabowo kedepan. Dengan bertambah jumlah mentri saja ini petanda bahwa bagi-bagi kue itu benar adanya. Mentri dan wamen yang terpilih juga bukan karena kapasitasnya melainkan karena balas budi.
Bisa kita lihat juga beberapa menteri yang masih terlibat kasus korupsi masih memiliki kursi. Padahal misi Pak prabowo dalam masa kampanye adalah membrantas korupsi, bahkan akan di kejar sampai ke ujung dunia. Tapi yang terjadi sekarang malah seperti itu, apakah ini hanya omong kosong belaka bahwa di rezim ini akan pemberantasan korupsi dalam lima tahun kedepan?
Seharusnya jika Pak Prabowo komitmen untuk memberantas korupsi, ya harusnya memilih menteri yang tidak pernah berurusan dengan KPK, dengan begitu presiden sudah membantu tugas KPK. sisanya KPK tinggal selidiki koruptor diluar kementrian, jadi itu akan meringankan tugas KPK karena kita tau sendiri lah kalau sudah menjabat sebagai Mentri sangat sulit untuk di sentuh oleh KPK bahkan ujung-ujungnya jadi kesempatan bagi beberapa pejabat untuk saling sandra menyandra.
Tapi apapun itu semoga negara kita saat ini benar-benar memiliki pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab dan men sejahterakan rakyatnya.