Star syndrome-nya udah dari dulu, hanya saja tidak ada pelatih yang mau berurusan dengan itu. Terutama si Ten Hag, dimana kalo pelatih ini sudah demen sama satu pemain, entah pemain itu bermain bagus ato buruk, ETH akan selalu menjadikan pemain itu sebagai starter dan tak tergantikan.
Itulah kelemahan Ten Hag, dia cuman pertimbangin suka atau tidak suka dengan pemainnya. Makanya Maguire tetap main walaupun seringkali bikin blunder di masa Ten Hag. Padahal kalau itu di era pelatih seperti Ferguson, Maguire mungkin sudah kena tendang atau cuman menjadi penghuni bench selamanya.
Berbeda halnya dengan Amorim, yang orangnya memang sangat disiplin, dan mengharapkan setiap pemainnya diperlakukan sama tanpa ada perbedaan. Makanya itu kenapa dia memilih untuk tidak memainkan Rashford dan Garnacho, karena keduanya ada tipe pemain yang malas untuk bertahan, dan bahkan ketika keduanya kehilangan bola, mereka enggan untuk mengejar bola tersebut. Pasti masih inget ketika Casemiro marah besar kepada Garnacho yang kehilangn possession dan hampir menyebabkan MU kebobolan.
Dari segi disiplin, Amorim ini sebenarnya bagus. Dia juga punya kemampuan mengotimalkan potensi pemain seperti Viktor Gyökeres. Sayangnya Amorim ini agak kurang dinamis dari segi taktik dan formasi.