Post
Topic
Board Ekonomi, Politik, dan Budaya
Re: Penyediaan alat kontrasepsi kepada remaja dan anak usia sekolah
by
abhiseshakana
on 16/01/2025, 13:43:41 UTC
Menurut saya, kebijakan ini pasti bakal jadi topik panas karena menyentuh isu budaya, kesehatan, dan ekonomi. Dari sisi kesehatan, akses kontrasepsi untuk remaja bisa bantu cegah penyakit menular seksual dan kehamilan dini. Tapi kalau implementasinya gak disertai edukasi yang tepat, malah bisa bikin salah kaprah. budaya kita juga masih sensitif soal topik ini, jadi penting banget untuk mengutamakan pendidikan seksual yang sehat dan bertanggung jawab. Harus ada keseimbangan antara pencegahan risiko kesehatan dan menjaga nilai-nilai masyarakat.

Buka bakal lagi, namun sudah booming cukup lama...tepatnya di bulan Agustus 2024. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak keputusan kontroversial yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah.

Meski begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini seks bebas kerap terjadi di kalangan pelajar, dan cukup banyak berita mengenai kejadian pelajar yang hamil di luar nikah. Namun, hal tersebut bukanlah hal baik yang dapat dinormalkan, hal tersebut merupakan perilaku yang salah dan memberikan alat kontrasepsi bagi pelajar bukanlah solusi. karena kebijakan tersebut seakan-akan menormalisasi seks bebas di kalangan pelajar. yang pada akhirnya alih-alih Indonesia memiliki generasi emas, Indonesia justru memiliki generasi yang Cemas.

Dan tentu saja edukasi mengenai seks bebas, HIV dan lain sebagainya, saya kira ini adalah langah yang lebih realistis untuk mencegah terjadinya seks bebas dan adanya siswi yang hamil diluar nikah. Disisi lain, nilai-nilai budaya juga agama perlu ditingkatkan kembelai, karena hal inilah yang akan mebntengi mereka.

Pemerintah memang harus menyiapkan win win solution untuk semua masalah soasial yang terjadi karena pemerintah harus  mengakomodir dan mengkompromikan semua sektor. Orang tua adalah subjek yang memiliki wewenang paling tinggi atas anak yang seharusnya bisa dan mau mendidik serta mengendalikan anaknya jika diperlukan. Dalam masalah ini penanaman nilai-nilai agama dan ketaatan kepada sang pencipta memiliki peran yang sangat besar dalam hubungan seks pra nikah.

Kecepatan dan keterbukaan arus serta akses informasi, cultural gap ditambah minimnya pengenalan pendidikan seks usia dini menyebabkan orang tua menghindari edukasi seksual. Padahal mendekati usia baligh / puber seharusny anak sudah disiapkan untuk menghadapi usia siap kawin. Anak juga harus diarahkan dan dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu dan jika tidak bisa maka menikah menjadi solusi bukan alat kontrasepsi.