
Ngomong2 soal kasus keracunan MBG, salah satu mentri konoha yang membidangi pangan mengeluarkan statement bahwa bisa jadi keracunan itu bukan karena kesalahan dalam mengolah makanannya tapi karena siswanya saja yang belum terbiasa. Beliaunya mencontohkan dirinya sendiri kalo dulu beliau diare setelah minim susu. Mantap ga tuh? Saya heran dengan orang2 yang katanya mentri ini, kenapa tahun ini banyak sekali statement2 yang intinya hanyalah pembelaan diri, merasa udah melakukan yang terbaik dan malah menyalahkan rakyatnya (aka korban). Dengan dalil bahwa pengawasan MBG itu sudah sangat ketat dari setiap prosesnya, maka dia bisa seenaknya bilang bahwa penyebab keracunan hanya karena siswa belum terbiasa.
Ini maksudnya belum terbiasa apa sih? Apakah sang mentri ini menilai bahwa yang keracunan itu sama sekali belum pernah makan makanan yang bergizi selama hidupnya? Emangnya sebergizi apa sih makanan dari MBG itu, sespesial apa sih makanan dari MBG itu kok bisa2nya bilang anak2 belum terbiasa dengan makanannya.
Cukup disayangkan seorang menteri memberikan statement seperti ini, tapi begitulah si zulhas ini kan jadi menteri karena modal menjilat, jadi ya kualitasnya sesuai dengan apa yg dia omongin, sampah.
Karena logikanya jika itu 1 atau 2 orang siswa yg diare, itu mungkin saja soal mereka yg tidak cocok dengan makanannya, namun jika sudah mencapai ratusan siswa yg keracunan makanan ini sudah jelas kesalahan dari SPPG yg tidak baik dalam mengelola makanannya. Kemungkinan besar SPPG menyediakan makanan basi dan tidak layak konsumsi yg berakibat kepada ratusan siswa menjadi keracunan makanan.
Jadi dari hal ini saja saya skeptis sekali terhadap kualitas dari program ini, dan kemungkinan besar kasus-kasus serupa juga akan terjadi lagi, karena pemerintahnya sendiri saja sudah tone deaf dan merasa paling benar.