itu nyata kawan, memang ada beberapa orang yang mengalami perubahan menjadi pribadi yang cenderung pemalas karena hanya menghabiskan waktu dengan ponselnya saja yang pastinya media sosial adalah hal yang ia mainkan. Tidak sedikit orang yang mengikuti gaya hidup yang diiklankan atau dipromosikan oleh influencer, sebenarnya ini bukan masalah karena kalau memang mampu ya silahkan saja, hanya saja saya mendapati beberapa teman saya yang ingin tampil dengan gaya yang mewah tapi mereka tidak mampu alhasil langkah yang mereka ambil adalah dengan melakukan pinjol.
Pengaruh media sosial benar kuat, ini tidak disangkal lagi.
Bener gan pengaruh media sosial terutama dari para influencer sudah sangat kuat dalam membentuk cara berpikir, gaya hidup, dan bahkan keputusan finansial banyak orang, terutama di generasi muda, dan ironisnya yang dipamerin para influencer itu kadang juga utang, endorse, atau settingan, tapi ditelan mentah-mentah sama followers.
Ya dampak buruknya seperti yang agan bilang, jadi pemalas, sukanya hanya rebahan ngabisin kuota seharian, seolah dunia mereka sepenuhnya berada di media sosial, memang jika di kelola dengan baik media sosial bisa menjadi tempat mencari cuan namun jika hanya menjadi penikmat, apa yang bisa di hasilkan.
Inilah kekuatan media sosial bisa merubah kita menjadi baik atau buruk, tergantung cara kita menyikapinya.
Dan menurut saya lingkungan sekitar kita berpengaruh besar terhadap apa yang akan kita lakukan untuk menyikapi hal tersebut, memang benar terjadi seperti yang dikatakan dan memang hal tersebut sangat di sayangkan namun saya tidak akan menyalahkan media sosial ataupun para influencer karena mereka melakukan demikian juga untuk mendapatan uang namun kembali lagi pda diri sendiri bagaiaman untuk menyikapi dalam bermain media sosial baik itu penikmat saja ataupun mencari cuan dari media sosial namun kita harus merepkan batas batas untuk tetap menjadi diri sendiri dan itu merupakan didikan dari keluarga ataupun lingkungan sekitar menurut saya.