Bagi mereka, itu masih merupakan makanan bergizi kekeke tapi bagi siswa-siswi di sekolah, itu belum tentu bergizi. Entah kenapa saya lebih suka dengan apa yang disiapkan oleh ibu-ibu siswa-siswi itu dari rumah yaitu bekal yang dibawa dari rumah. Itu sudah pasti bergizi dan sehat karena seorang ibu pasti akan melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya.
Saya juga membaca berita tentang kasus keracunan di Sleman (terjadi lagi

). Coba saja para pejabat itu mau mencicipi makanan itu atau ada sidak ke sekolah yang menerima MBGnya dan ikut makan bersama siswa-siswinya, kira-kira ada kasus keracunan lagi tidak ya? Tapi kalau sudah ada woro-woro mau ke sekolah tertentu untuk ikut makan siang dengan menu MBGnya, ya bukan sidak namanya ya kekeke
Setau saya sih ya dari anak-anak yang mendapatkan program ini mereka mengatakan ini tidak begitu enak, dengan lauk pauknya pun tidak ada rasanya dan mereka mengatakan kalau memang di satu sekolah sini banyak yang tidak menyukainya juga. Dan kalau memang para orang tua siswa-siswi tau tentang hal ini mungkin mereka pun lebih baik akan menyiapkan bekal untuk anaknya dari pada harus memakan makanan yang tidak ada rasanya setiap hari.
Saya pikir program ini tidak akan bisa bertahan lama, lagipula saya pikir memang kebanyakan siswa tidak menyukainya. Dengan yang anda bilang pemerintah atau pejabat itu sidak atau harus mencoba saya rasa itu masuk akal untuk dilakukan, tapti sepertinya ini tidak akan terjadi.