Sebelumnya saya cukup bingung menempatkan utas ini mau di ekonomi atau topik lainnya tetapi nanti mungkin bisa dipindahkan jika kurang cocok dengan sub di SFI ini.
Saya ingin membahas tentang fenomena yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini karena memang saya rasa ini cukup menarik untuk kita bahas dan kita diskusikan.
Fenomena ini bermula ketika kita memasuki bulan agustus dimana kita tahu bahwa ini adalah bulan kemerdekaan kita yang ke 80 tetapi selentingan dimulai dari warganet selalu memiliki cara cerdas sebagai bentuk protes terhadap negara kita dimana kita yang sudah merdeka 80 tahun tetapi masih merasa di jajah dengan keadaan yang ada saat ini. Mulailah ada sebuah statement dan menjadikan bendera one piece (Jolly Roger) sebagai bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah serta sebagai bentuk perlawanan terhadap keadaan sosial dan politik yang ada saat ini.
Yang menjadi menarik disini adalah bahwa setelah bendera one piece (jolly rogger) ini viral ternyata sepertinya mampu mengusik para penguasa (pemerintah) yang mulai bereaksi dengan adanya hal ini bahkan tidak sedikit elit politik membahas ini menjadi hal yang jauh lebih serius karena menganggap ini mencederai kehormatan atas simbol negara dan bahkan yang lebih parah ini dianggap sebagai sebuah makar.
Mari kita bahas kenapa reaksi pemerintah terkesan berlebihan terhadap hal ini?
Apakah memang menjadi masalah jika kita hanya melakukan sedikit ekspresi terhadap kondisi pemerintahan yang kacau balau dengan melakukan aksi seperti ini?
atau mungkin apakah pemerintah sekarang sangat takut dengan hal-hal yang berbau spekulasi dan kritikan dari masyarakat nya sehingga pengibaran bendera one piece pun dianggap makar?
Beberapa sumber terkait :
Mengungkap Motif di Balik Pengibaran Bendera One PieceViral Bendera ”One Piece”, antara Lucu-lucuan, Kritik, dan Tuduhan MakarPemerintah Tegas Larang Pengibaran Bendera One PiecePengibaran Bendera One Piece, Bentuk Ekspresi Bukan MakarPrabowo Tak Masalahkan Bendera One Piece, Jamin Tak Ada RaziaAYO PARA NAKAMA KITA BERKUMPUL DAN BERDISKUSI TENTANG HAL INI
