Faktanya adalah dimana2 banyak yang di razia, bukan cuma bendera, gambar mural pun ikut kena razia. Ada sih beberapa daerah yang emang tidak dipermasalahkan (katanya) sama pimpinan daerahnya, tapi tetep aja ada razia dari pihak kepolisian dan aparatur desa setempat. Entah kenapa hanya hal begini dibilang makar padahal cuma bentuk ekspresi kekecewaan dari rakyat pada kinerja pemerintah. Tidak bisa disangkal juga kalau banyak juga yang sekedar ikut2an tanpa tau apa artinya pasang bendera ini, tp akhirnya2 kalau sudah tau intinya pasti setuju juga. Entah ini hanya ketakutan yang berlebih dari pemerintah khususnya DPR atau emang karena mereka tidak mau menerima kritik dari rakyat.
Ini seperti mempertegas bahwa pada akhirnya ada sebuah kepanikan tersendiri atau mungkin mereka para pemerintah yang memang tidak terlalu ingin di kritik meskipun itu bernada halus dimana mereka hanya ingin melakukan apa yang mereka anggap benar tetapi tidak ingin menerima sanggahan yang mana tentu ini sebenarnya sedikit banyak membuat kita justru menjadi semakin bersemangat karena pada akhirnya kita rakyat terkadang semakin gencar karena mereka melakukan defensive dengan beberapa argumen yang berakhir justru menuduh menjadi separatis lah, anti pemerintah lah dan lain sebagainya. Justru dengan sikap seperti itu membuat masyarakat pada akhirnyasemakin serius bahkan yang awalnya hanya lucu-lucuan pun sekarang semakin menjadi untuk memperlihatkan bahwa apa yang pemerintah lakukan itu memang salah karena seperti yang sebagian orang katakan disini mereka terlalu baper dengan kondisi yang ada sekarang.
Satu lagi Mas pertanyaannya. Apakah ini adalah sebuah pengalihan isu dari kasus-kasus besar supaya bisa langsung tenggelam?

Saya cenderungnya seperti itu. Reaksi pemerintah sudah wajar karena mereka tidak ingin melihat adanya tindakan makar karena bisa saja pengibaran bendera itu akan memicu sekelompok orang untuk melakukan hal-hal yang berbahaya untuk keamanan negara. Kita tidak akan pernah tahu.
Mungkin bisa seperti itu tetapi saya tidak terlalu yakin hanya saja memang jika kasusnya terlalu melebar mungkin ini cocok untuk menjadi pengalihan isu apalagi baru-baru ini kita tahu bahwa kasus Tom Lembong pun telah banyak menarik perhatian, belum lagi sebelumnya beberapa kasus untuk kejagung dan PIK2 yang sampai saat ini masih belum ada kejelasan apapun mengenai hal ini.
Hanya saja yang ingin saya terkankan sebenarnya terlalu berlebihan juga ketika merespon pengibaran bendera fiksi yang tujuannya hanya sebagai sindiran halur lalu dikatakan makar lah, bahkan dalam beberapa perdebatan di tv ada yang mengatakan anti prabowo lah. Itu terlalu mengada-ada saya rasa.
Pemerintah kita terlalu baperan, padahal itu hanya selembar kain hitam bergambar tengkorak. Ini bukan simbol perlawanan atau pengkhianatan terhadap negara; ini hanyalah simbol kekecewaan publik terhadap pemerintah yang tidak mau mendengarkan aspirasi masyarakatnya, hati masyarakat tetap merah putih..!!!
Yang mengacaukan dan mengancam kedaulatan negara itu bukan bendera One Piece, yang jelas-jelas mengacaukan kedaulatan negara itu adalah bendera-bendera partai yang macam-macam warnanya, dimana mereka saling sikut untuk untuk berebut kekuasaan sementara masyarakat hanya menjadi korban dari keserakahan mereka.
Nah ini saya sependapat mas, karena pada faktanya ini hanya ditunjukan sebagai bentuk kekecewaan yang cukup besar tentang pemerintahan yang ada saat ini dimulai dari kebijakannya, penegakan hukumnya sampai beberapa hal yang tidak terlalu menguntungkan pemerintah, tetapi bukan berarti ini akan menghancurkan kedaulatan negara karena sejatinya ketika sistem demokratis di junjung maka hal itu tidak akan lepas dari kritikan masyarakat yang seharusnya sebagai pelaku utama yang paling aktif dalam menilai pemerintahan yang ada, Pemerintah harus sadar arti demokrasi itu apa tetapi sekarang kita sudah tahu bahwa perkataan "demokrasi" dinegara kita ini hanya sebagai cangkang kosong yang mana dalam pengerjaan nya sangat jauh dari kata demokrasi.
Kenapa mereka tidak mempermasalahkan bendera partai, padahal banyak sekali kader dari partai yang banyak merugikan negara? wkwkwk
Kondisinya berbeda jika itu dipermasalahkan maka mereka sama saja menggali kuburannya sendiri mas wkwkwk
Sebenarnya ini adalah respon atau bentuk protes dengan apa yang terjadi. Bahkan beberapa pesan atau kata kata yang banyak bertebaran di media sosial seharusnya membuat mereka juga sadar, seperti misalnya kata kata "Merah Putih terlalu suci untuk berkibar di negeri yang kotor ini".
Namun respon malah sebaliknya, padahal mereka yang mempermasalahkan ini yang sebenarnya memiliki masalah. Mereka terlalu takut melihat ada yang menggantikan bendera berkibar, sementara mereka tidak takut ketika banyak sekali tambang ilegal.
Bukan pemerintah kita namanya jika tidak ada hal-hal nyeleneh yang dilakukan termasuk dalam hal ini karena bagaimanapun juga masih ada saja beberapa orang yang bahkan dengan idealis mereka atau mungkin hanya cari muka mengatakan bahwa hal seperti ini layak di tindak yang padahal jika kita mengacu kepada aturan yang ada selama benderanya tidak lebih tinggi dari merah putih maka sah-sah saja, kenapa bendera lain tidak mendapatkan terguran sementara bendera anime yang jelas-jelas ini hanya sebuah fiksi justru dibesar-besarkan bahkan tidak sedikit orang yang ditindak atau didatangi aparat hukum karena kedapatan menjual atau memasang bendera one piece di depan rumah mereka.