Sebenarnya negara ini terlalu berlebihan dalam menanggapi isu ini. Masa mereka takut dnegan cerita fiksi? jika sekelas pemerintah saja menganggap ini ancaman berarti apa yang ada dalam cerita one piece fakta terjadi di negara kita. Dengan respon pemerintah seperti ini malah makin membuktikan bahwa negara sedang tidak baik baik saja.
Saya penggemar One Piece sejak lama dan melihat fenomena ini sangat lucu. Betapa tidak bergunanya pemerintah sekarang yang sibuk ngurusin bendera Anime. Kalau masih ada yang bilang bendera One Piece makar, berarti bendera partai dan bendera ormas sudah jauh lebih dulu melakukan makar. Toh bendera partai yang menyusahkan rakyat malah aman aman saja.
Aneh bener dah ini negara

dipaksa waras di negara yang gila
Nah itu yang membuat kita tidak habis pikir negara sibuk ngurusin bendera one piece yang merupakan film anime, memang dalam film tersebut bendera itu menunjukkan simbol perjuangan melawan penindasan sehingga membuat masayrakat kita berinisatif menjadikan bendera tersebut bentu ekspresi dari kebebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan yang terjadi saat ini. Tapi seharusnya pemerintah menanggapi ini dengan santai jangan terlalu berlebihan karena ketika berlebihan justru membuktikan apa yang terjadi di dalam film one piece terjadi juga di negra kita.
Harusnya pemerintah intropeksi diri kenapa fenomena ini terjadi, kenapa mereka saat merayakan HUT RI kok tidak ada effort sama sekali dari masyrakat, tidak seperti dulu kalau mau masuk bulan agustus masyarakat sangat effort. Misalnya masyrakat saat mengggunkan motor memasang bendera merah putih di spion, di depan rumah tidak suruh pun mau memasang bendera merah putih. Harusnya pemerintah meyadari bahwa ada yang salah dengan negara saat ini, bukan malah tambah masalah dengan mengatakan mengibarkan bendera one piece di cap makar dan sebagainya.
Ya benar. Seharusnya bendera partai atau ormas yang harus di urus atau di tertibkan karena dari partai-partai itulah indonesia banyak mengalami kerugian akibat elit-elit partai yang melakukan korupsi dan membuat kebijakan yang merugikan negara.
Kita terkadang terkejut ketika suatu bangsa terancam oleh sesuatu dalam kisah fiksi, ketika sesuatu tersebut digunakan sebagai simbol ekspresi, padahal itu hanyalah wujud dari ketertarikan terhadap sebuah karya. Saya pikir reaksi semacam itu tidak hanya berlebihan, tetapi juga menciptakan kesan bahwa pemerintah menyembunyikan sesuatu atau khawatir simbol ini atau itu akan viral. Contoh bendera anime Jepang bertema perjuangan melawan penindasan pasti akan dianggap relevan oleh sebagian orang yang merasa situasi saat ini tidak adil. Persepsi akan ancaman tersebut secara refleks memunculkan pertanyaan bahwa kisah tersebut mirip dengan kasus di dunia nyata khususnya di negara ini.
Penting untuk diakui bahwa menurunnya partisipasi spontan masyarakat dalam perayaan kemerdekaan menunjukkan adanya jarak yang tak terelakkan antara yang pertama dan para pemimpin. Sebelumnya, pengibaran bendera merah putih di rumah atau mobil tidak dipaksakan, melainkan dihormati. Ketika salah satu elemen tersebut melemah, hal itu harus diselesaikan oleh pemerintah di akar permasalahannya. Prosesi di atas bendera fiktif dan izin untuk mengibarkan simbol-simbol politik yang telah menjadi simbol korupsi oleh mereka yang berkuasa membuktikan kasus prioritas yang salah dan berkontribusi terhadap kurangnya rasa hormat rakyat.